Generated Image

Tujuh kunci kebahagiaan Menurut Ibnu Abbas:1)Hati yang selalu bersyukur 2)Anak yang sholeh/ah 3)Pasangan yang solehah 4)Usia yang berkah 5)........

Saturday, November 11, 2006

Big Thing From Small Idea

The Idea
By Sydney Milucky, 13 tahun


Mendapat sebuah gagasan rasanya seperti menduduki sebuah paku. Itu akan membuatmu meloncat bangun dan melakukan sesuatu.

Ketika kita duduk di kelas lima, kita merasa telah mengetahui dan terlibat dengan dunia ini. Dunia bagi kita adalah teman-teman, permainan, atau semua halo yang menarik perhatian kita.
Lalu guru kelas limaku berpikir kami harus lebih mengetahui keadaan di luar dunia kami. Maka setiap minggu, kami membaca artikel-artikel dari Koran tentang segala yang terjadi di seluruh dunia. Kebanyakan artikel memang menarik, tapi tida berarti apa-apa bagiku. Sampai akhirnya aku membaca berita tentang Afganistan dimana pemerintahan Taliban tidak memperbolehkan anak-anak perempuan bersekolah. Ketika Taliban kehilangan kekuasaan, anak-anak perempuan itu akan dapat dapat bersekolah seperti anak laki-laki. Tapi tetap saja mereka tidak boleh berada dalam sekolah yang sama, sehingga pemerintah baru memisahkan sarana sekolah untuk anak perempuan.
Karena negeri itu masih dilanda peperangan dan keadaan di sana sangat buruk, mereka terlalu miskin untuk membuat sarana sekolah baru. Aku tidak habis piker, bagaimana anak-anak perempuan itu akan bersekolah jika pensil, penggaris, kertas, bangku, dan bukupun mereka tidak punya.
Tahun itu juga, sekolah kami mendapat kiriman bangku-bangku baru. Bangku-bangku lama dikeluarkan dan dikumpulkan digudang. Dengan alas an mungkin sekolah membutuhkannya lagi. Tapi biasanya tidak terpakai. Kupikir itu saying sekali. Dari sana aku mendapat gagasan. Jika sekolahku tidak tyerlalu membutuhkan bangku-bangku itu, mengapa tidak mengirimnya saja ke Afganistan?
Ketika kuceritakan gagasanku kepada guruku, ia bilang tidak yakin gagasan itu dapat terlaksana. Bangku-bangku itu sangat berat dan akan membutuhkan banyak biaya untuk mengirimkannya.
Lalu aku menceritakannya pada ibu tiriku tentang bangku-bnagku tua itu dan apa yang kupikir sebaiknya dilakukan dengan benda-benda itu. Ia suka gagasan itu. Memang butuh usaha keras untuk mengirim bangku-bnagku melewati separoh dunia tapi ia percaya dengan bantuan orang-orang yang tepat, gagasan itu bias terlaksana.
Kami mulai mengirim e-mail kepada organisasi-organisasi kemanusiaan seperti UNICEF yang bergerak dalam bidang hak asasi anak-anak. Kami tahu UNICEF tengah berusaha agar seluruh anak perempuan di dunia ini mengenyam pendidikan. Kami berharap mereka dapat membantu kami. Julie, teman ibu tiriku dan beberapa orang yang bekerja bersamanya mengirim e-mail keperuasahaan-perusahaan jasa pegangkutan dan pengapalan seperti UPS. Berharap mereka bersedia mengirmkan bangku-bangku itu ke afganistan. Bahkna kakak laki-lakiku turut mendukung dan merancang gambar T-Shirt untuk proyek tersebut. Aku menamakan proyek itu “The Idea”.
Sebentar saja, kami telah mendapatkan e-mail balasan dari UNICEF. Mereka menyukai rencanaku, tetapi untuk saat ini masih sangat sulit untuk memasukkan barang ke Afganistan karena perang masih berkecamuk. Tapi mereka bilang akan mencobanya.
Kami juga dihubungi oleh seorang reporter New York Tiomes yang sedang meliput peperangan di Afganistan. Dia mengirim E-mail dan menceritakan keadaan di daerah tujuan bangku-bangku itu. Situasi masih sangat buruk disana. Berta membuatku semakin sedih.. Anak-anak di sana pasti selalu merasa ketakutan.
Setelah yakin UNICEF dan berbagai pihak akan mencoba membantu kami mengirimkan bangku-bangku itu, kami mendatangi kepala sekolahku dan menanyakan apakah bangku-bangku itu dapat disumbangkan demi proyek ini. Ia bilang akan mencobanya. Lalu satu hari kemudian ia memberikan keputusan . Jawabannya adalah ya!
Sebuah perusahaan jasa pengiriman telah setuju meminjamkan peti kemasnya untuk mengapalkan bangku-bnagku itu ke luar negeri. Llu UPS juga setuju meminjamkan sebuah truk mereka untuk mengangkut bangku-bangku tersebut dari sekolah ke pelabuhan. Maka aku, ibu tiriku dan temannya Julie, serta teman-temanku yang lain datang membnatu menaikkan bangku-bnagku ke dalam truk UPS. Agak sulit memasukkan semua bangku itu ke dalam truk, tapi akhirnya bisa juga. Bagian paling menyenangkan adalah ikut dalam perjalanan truk tersebut ke pelabuhan. Sesampainya di sana, kmai menurunkan semua bangku dan memasukkannya ke dalam peti kemas yang akan membawany ke Afganistan. Sungguh pekerjaan yang melelahkan. Kami semua kelelahan malam itu tapi hati kami benar-benar puas.
Lalu kami diberitahu bahwa bangku-bangku itu akan berada dalam peti kemas selama beberapa minggu. UNICEF masih belum dapat memasuki daerah Afganistan karena perang.
Sementara kami menunggu berita dari UNICEF, seseorang memberitahu kami tentang bangku-bnagku yang ditumpuk digudang sebuah perguruan tinggi dekt sekolahku. Kami menanyakan kepada pihak perguruan tinggi tersebut, apakah mereka bersedia menyumbangkannya. Ternyata mereka setuju. Maka kami memberitahukan kabar ini ke UNICEF. Setelah itu kami juga mendengar kabar bahwa sekolah-sekolah di Haiti dan Jamaica membutuhkan bangku belajar. Maka lima puluh buah bangku dikirim untuk mereka. Aku sangat senang karena akhirnya berhasil membantu oranglain.
Lama setelah pengiriman bangku yang pertama, akhirnya UNICEF menelepon dan mengabarkan seratus buah bangku yang kami sumbangkan telah tiba di Afganistan. Berjuta rasa tak terlukiskan saat mendengar usaha kami telah berhasil. Usaha yang sebelumnya diragukan banyak orang.
Tiba-tiba saja, aku dibanjiri telepon dari organisasi-organisasi kemanusiaan yang ingin memberikupenghargaa atas apa yang telah aku lakukan untuk anak-anak Aganistan tersebut. Aku dinominasikan untuk menerima Clara Barton Red Cross Award dan dia nugerahi Humanitarian Award dari Pop Warner Football League!. Aku menerima kiriman sebuah lukisan dari keluarga-keluarga yang telah kubantu di Jamaica. Bahkan presiden Amerika Serikat, George Bush, mengirimkan Student Service Award bersama sebuah pin dan surat yang berisis pernyataan bangga atas proyekku.
Menerima semua penghargaan itu meman sangat menyenangkan. Tapi bagiku, bagian terbaik adalah membayangkan wajah gembira anak-anak perempuan Afganistan saat melihat bangku sumbangan kami dan duduk belajar diatasnya. Impianku yang menjai kenyataan memancing keinginanku yang lain. Suatu saat nanti, aku berharap dapat pergi ke Afganistan, bertemu dengan anak-anak perempuan yang telah kubantu. Aku harus menabung dulu sebnayak-banyaknya untuk melakukan itu. Tapi sepertinya cukup pantas bila nantinya aku dapat melihat senyuman di wajah mereka.

written from Chicken Soup For Pre Teen

Monday, September 04, 2006

Hi My Best Friend

Selamat untuk semua yang telah kau capai

Sekarang kau tentunya bertambah usia dan kematangan

Kurasa tulang-tulang kecilmu itu tlah sanggup menopangmu

Tuk melangkah dalam berbagai area kehidupan,

Dan sel-sel tubuh tlah berkembang penuh bahkan mentokk

Sehingga tlah mantap membantumu mencapai apa yang kau cita-citakan

Tepat kau gantung di stereoform-mu

Pertanyaannya kemana kau akan menuju?

Semoga kau tlah menemukan tempat yang stabil tuk berpijak

Smoga kau temukan jalan hidup yang bisa membawa kebahagiaan abadi

Tapi mampu merangkai makna seluruh hidupmu yang berwarna

Smoga jg kau cepat temukan teman seperjuangan tuk menata itu semua

Atau sahabat sebagai pengganti kekosongan yang menghampakan

Kulihat matamu makin bersinar,

Pertanda bahwa kau mampu melihat jernih isi dunia

Kulihat selalu senyum simpul mengembang walau penat menyita sluruh tenaga

Menatap ke depan dengan pandangan optimis

Menyapa semua orang dengan prasangka baik

Bahkan apapun yang merintangimu tak dapat menghadang langkah pastimu

Karena selalu ada yang bersamamu dan memikirkanmu

Bahkan melebihi yang kau pikirkan terhadap Dia

Ya Dialah Allah yang tahu segala isi hatimu

Segala gengsi dan sombong kau luruhkan dihadapanNya

Setiap kali kau merintih dan meradang kelelahan

Dialah yang lebih dulu kau temui dengan shalat-shalat malammu

Suatu saat kau jatuh dan semua orang menjauh

Maka Dia menyejukkanmu dengan rayuan Ayat-ayat Qur’anNya

Ketika jiwamu haus kerontang Dia membasuhmu dengan tausiah RasulNya

Waktu kau dipersimpangan maka Dia membimbing dengan nuranimu

Tak ada lagi lebih Ok selai dari Dia yang sedikitpun dan sekedippun tak rela meninggalkan kita dalam ingatanNya jika kita tak meninggalkannya

Sahabatku apalah arti usia jika tanpa perubahan

Bukankah nilai hidup atau matinya seseorang diluhat dari detik-detiknya

Apakah hari ini saya sudah berubah?

Sahabatku kado terinndah apalagi yang lebih indah selain dari ucapan peringatan

Kurangilah kebiasaan tidur malam dan minum kopimu karena itu tak baik untu kesehatan

Perbaikilah manajemen waktumu karena tiap waktu punya haknya tersendiri

Apalagi kesukaan chattingmu dengan teman-teman lama jangan sampai melalaikanmu sebagai ibunya anak-anak asramamu

Sahabatku tahukah kau diamku adalah teguranku dan tahanku untuk tidak menyakitimu

Atau sekedar bingungku jenuhku, jadi becoming more sensitif terhadap siapa saja ya

Fitrahnya wanita itukan punya perasaan yang sensitif

Ada saat-saat dimana aku hanya ingin diam diam dan diam, ada saat dimana aku ingin merasa merasa dan merasa, ada saat dimana aku ingin perhatian perhatian dan perhatian

Sahabatku I Love U

Best present 4 my bestfriend satu kandang.(Ini jadi kado terbaikku, 9 hari lagi di miladmu jadi aku simpan di Bloggerku dulu)

Slam tau diri

Sunday, September 03, 2006

KEMISKINAN
Salah satu penyakit nomor satu DUNIA dan salah satu tanda adanya KETIDAKADILAN pemimpin di muka bumi. Tentunya masih ingat bagaimana sejarah Islam di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang waktu pemerintahannya sangat singkat 2,5 tahun namun sudah mampu menghilangkan penyakit kemiskinan dan penyakit dalam arti sesungguhnya, sehingga membuat dokter-dokter saat itu mengganggur karena langkanya orang yang sakit, juga merepotkan para petugas baitul Maal menyalurkan infaq-shodaqoh para dermawan karena sudah tidak ada lagi yang fakir miskin.
Subhanallah......! Keadilan seorang calon pemimpin tidak hanya dapat dilihat dari kampanye, pidato sambutan atau janji-janji politiknya saja, tapi pemimpin yang satu ini pidatonya sambutannya saja sudah menggetarkan hati dan bumi ini, simaklah pidato pelantikannnya, ia menyatakan, "Manusia tidak akan bersengketa mengenai Allah SWT Zat yang disembahnya, tentang Kitab-Nya dan Rasul-Nya. Tapi mereka akan bersengketa tentang harta, emas, perak, dinar dan dirham. Demi Allah, aku tidak akan memberi seseorang dengan cara yang batil dan tidak pula akan menghalangi seseorang akan hak yang harus diterimanya. Aku hanya akan meletakkan sesuatu pada tempatnya sebagaimana diperintahkan agamaku. Yaitu adil."
"Sebelum aku, telah muncul para pemimpin lain. Mereka memiliki aturan macam-macam yang kalian anggap adil atau anggap zalim. Maka bagiku sekarang hanya ada satu pilihan, taatlah kepada pemerintahanku selama aku menegakkan keadilan dan kejujuran. Camkanlah, tidak ada ketaatan kepada makhluk yang bermaksiat kepada Al-Khalik. Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika aku durhaka kepada Allah, dan melawan hukum-hukumnya, tak ada keharusan bagi kalian untuk taat kepadaku."

Nah kekuatan inilah yang mampu merubah suatu negara bahkan dunia untuk mengenyahkan yang namanya kemiskinan dari bumi ini. Walaupun katanya Allah selalu menciptakan idiom itu dg berpasangan, ada kaya-miskin, senang-susah, dll. Dalam hal ini Allah sudah menjamin dalam Kitab-Nya, Alqur'anul Karim, bahwa hidup suatu kaum dapat berubah jika kaum itu sendiri yang merubahnya. Artinya kemiskinan juga dapat dirubah baik melalui pemimpin(vertikal) maupun dari bawah yaitu masyarakatnya sendiri yang harus memperbaiki hidupnya.
Kisah di atas bukan cuma isapan jempol belaka tapi emang bener-bener pernah terjadi!!
Akhirnya dengan berat hati sayapun harus membandingkan hal ideal yang pernah terjadi tadi dengan negara tercintaku.
Saya angkat masalah ini berangkat dari keprihatinan dan kekecewaan saya terhadap pidato pemimpin kita ketika menyampaikan laporan tentang penurunan jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan karena ternyata dia mengunakan data BPS yang salah. , padahal sebaliknya, menurut BPS Per Maret 2006, penduduk miskin naik menjadi 39,05 juta orang dari 35,10 juta orang pada Februari 2005. Persentase penduduk miskin menjadi 17,75 persen. inipun diduga beberapa pengamat ekonomi angkanya direndah-rendahkan. Indikasi menurut INDEF adalah karena jumlah penerima beras RASKIN jumlahnya mencapai 48 juta jiwa. Ck...CK....
Hiks hiks menyedihkan sekali ya....Bener-bener kebalikan sekali dari pemerintahannya Umar bin Abdul Aziz. Negara ini kondisinya memprihatinkan sekali dimana Wabah penyakit sedang menjalar mulai dari flu burung yang endemik penyebarannya cepat dan belum ada obatnya serta mulai ramenya penyakit mematikan HIV AIDS. Masalah korupsi mulai dari tingkat keluarga di rumah ampe kelas kakap di kantor, sekolah, lembaga hukum, lembaga pemerintah swasta bahkan instansi agama. Masalah bencana mulai dari bunuh diri karena ditolak cinta sampai gempa, tsunami, tanah longsor, kebakaran hutan, penebangan liar, kekeringan dan lumpur panas Lapindo Brantas. Pelakunya juga bervariasi mulai dari anak Tk ampe Kakek-Nenek jompo.
Saudara-saudaraku, baik yang di bawah garis kemiskinan maupun yang belum( he he he bs aja bangkrut nasional gt..!) Penduduk miskin (ditambah bodoh lagi..)yang segitu bejibunnya tentunya menjadi beban dan PR bagi pemerintahan dan pemimpin kita tentunya.
Saudara-saudara sebangsa setanah air(ceilee...) anda ingin tahu apakah anda termasuk miskin?Berapa penghasilan anda sebulan?Jika mencapai Rp 152.847/kapita/bulan maka selamat anda mendapat predikat tersebut!(ini gaji pertama saya waktu mengajar di sebuah sekolah swasta saat masih ngerjain skripsi). Ga kebayang bs makan apa enggak karena saat ini 300.000/bulan aja untuk suatu keluarga dah ga akan mencukupi untuk beli 1 liter beras/hari, minyak tanah 1 liter, bumbu dan ;lauk pauk/hari kira-kira(kata nyokap yg jualan) Rp.6.000anlah ini belum ditambah cabe keriting dan lalapan. Ntu baru sekali makan, nah kita orang Indonesia kan makan normalnya tiga kali sehari nah tinggal dikaliin aja tuh!Ama X 31 hari=Rp186.000 just for Eat tok!Belom sekolahnya, kalo sakit gmn?Beli kebutuhan sandang kayak pakean, sandal, sepatu, dll apalagi!Pusiiing pusiiing!
Yah itu emang tujuan saya pagi ini untuk membuat anda sekalian ikut pusing, untuk Bersyukur terhadap kondisi apapun kita sekarang karena mungkin ada 39 atau 48 juta saudara-saudara kita saat ini kelaparan. Kata Rasulullah SAW kefakiran(kemiskinan) mendekatkan diri pada kekufuran, yah mungkin inget juga tahun 1980an banyak gerakan indomiesasi yang merupakan kedok kristenisasi yang sampai saat ini tentunya akan lebih gencar, makanya bagi generasi muda Islam kayaknya kita harus lebih gencar Da'wahnya mengingat dari jumlah penduduk miskin tersebut pastinya sebagian besarnya adalah muslim, nah gmn kita menjaganya?
Tentunya itu bermula dari lingkungan kecil kita masing-masing, mulailah melongok tetangga anda adakah yang punya indikasi di atas, klao ada bahkan banyak nyok kita jaga dengan program-program kebaikan yang kita buat agar nasib, kebodohan dan keimanan mereka berubah menjadi baik, agar kita nantinya gugur dari tanggung jawab di hari akhir!
Sudah kemanasajakah kita?
Ditulis di tengah lingkungan yang dikelilingi oleh masyarakat fakir yang ingin meraih hidayah dan ikhtiar tinggi.( Aq rindu pemimpin seperti Umar bin Abdul Aziz!)

Friday, September 01, 2006

Kuiper Belt Object
Apakah pluto benar-benar sebuah planet? Ini bukanlah pertanyaan yang mengada-ada. Memang sejak berpuluh-puluh tahun, baik para astronom maupun masyarakat awam beranggapan bahwa Pluto adalah planet ke-9 dalam tata surya kita. Namun demikian, sejak tahun 1992 pandangan tersebut perlahan-lahan mulai berubah ketika para astronom menyadari bahwa selepas orbit Neptunus terdapat sebuah daerah orbit dimana didapati sekitar 70.000 objek kecil, beku berbalut es yang bergerak lambat mengorbit matahari.
Sekumpulan objek yang mengorbit pada daerah yang kemudian dinamai sebagai Sabuk Kuiper Belt itu kemudian diberi sebutan sebagai Kuiper Belt Object (juga dikenal sebagai Trans Neptunian Object), mengambil nama seorang astronom Belanda-Amerika, Gerard P Kuiper yang pada tahun 1951 mempelopori gagasan bahwa tata surya kita memiliki anggota yang letaknya sangat jauh.
Akan halnya Pluto, objek yang belakangan diketahui memiliki satelit alam yang dinamai Charon ini kemudian menjadi ajang perdebatan diantara para astronom. Diantara semua planet anggota tata surya, Pluto memang memilki beberapa ciri yang ganjil. Selain ukurannya yang tergolong "mini" dibandingkan planet-planet lainnya, garis edarnya yang sangat lonjong juga eksentrik, dimana dalam periode tertentu garis edar Pluto memotong orbit Neptunus menjadikan Neptunus sebagai planet terluar dari tata surya. Pluto juga diketahui memiliki massa yang sangat kecil, kurang lebih hanya 1/400 massa planet Bumi. Tidak heran, beberapa astronom lebih suka menggolongkan objek yang ditemukan oleh Clyde Tombaugh pada tahun 1930 berdasarkan posisi yang diperhitungkan oleh Percival Lowell ini sebagai Objek Kuiper Belt yang terbesar diantara objek-objek sejenisnya. Walaupun masih menyisakan ketidak puasan, "krisis identitas" ini akhirnya mereda ketika pada bulan Februari 1999, The International Astronomical Union (IAU) menetapkan bahwa Pluto tetap digolongkan sebagai sebuah planet.
Kembali kepada Objek Kuiper Belt, objek ini ternyata menyimpan banyak hal yang menarik perhatian para astronom untuk menelitinya. Pada Desember 2000, saat meneliti objek dengan nomor katalog 1998 WW31, astronom Christian Veillet dan dua koleganya menemukan bahwa objek yang ditemukan dua tahun sebelumnya ini memiliki pasangan yang saling mengedari (binary object). Hasil pengamatan menggunakan teleskop Canada-France-Hawaii yang berdiameter 3,6 meter di Hawaii ini telah dipublikasikan akhir April 2001 dalam IAU Circular 7610.
Sementara itu, sebuah objek Kuiper Belt yang dinamai Varuna yang ditemukan pada November 2000 kini diketahui memiliki ukuran yang cukup besar. Dibandingkan dengan diameter Pluto (2.200 km) dan Charon (1.200 km), Diameter Varuna yang sekitar 900 km itu cukup memperkecil "gap" dalam hal ukuran antara Pluto dengan objek-objek Kuiper Belt yang sudah ditemukan sebelumnya yang rata-rata berdiameter hanya sekitar 600 km.
Hal-hal menarik lain berkaitan dengan Kuiper Belt Object diharapkan makin tersingkap saat fasilitas teleskop infra merah yang direncanakan akan diluncurkan oleh pesawat ulang alik pada tahun 2002 mulai beroperasi. Instrumen ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai ukuran objek-objek anggota tata surya yang letaknya terbilang jauh.

Artikel ini saya ambil dari http://sainsiptek.blog.m3-access.com.
Nah, sekarang kita tinggal menunggu, planet mana lagi yang akan bergabung dengan tatasurya kita dan benda langit mana lagi yang akan menjadi bagian dari keluarga matahari. Hikmahnya dengan Ilmu Pengetahuan yang selalu berkembang qt ga perlu heran kalo suatu saat ternyata matahari bukan pusat tatasurya kita(katanya dah ada bukunya yang bahas ini, hunting dulu deh sy!). Dekat sekali dengan fenomena ini sangat sangat membuktikan dan menyatakan bahwa Hai sekalian manusia kecil sekali engkau di hadapan Sang Pencipta Tata Surya ini Allah SWT, maka ciptaan Allah manakah yang tidak seimbang?
Ada lagi satu pertanyaan yang terkait tentang ini, adakah saudara kita sesama makhluk Allah di Belahan planet dan tata surya serta galaksi yang lain, klo ga tau jawabannya maka patutkah kita menyombongkan diri. Heii..Look at urself....
Salam tau diri

Monday, August 28, 2006

SI KAYA DAN SI MISKIN

Kemiskinan makin merajalela, seperti rumput ilalang. Dibabat pagi, sore tumbuh lagi, dibabat sore, pagi tumbuh lagi. Rezim demi rezim penguasa mencoba melawannya, tetapi kemiskinan tetap di tempat semula.Bahkan, bila sikap skeptis di dalam masyakarat benar bahwa si kaya bertambah kaya dan si miskin bertambah miskin, maka jelaslah bagi kita, kemiskinan justru sangat agresif, lebih dari strategi dan program-program yang disusun pemerintah.Sesudah menaklukkan desa, kemiskinan pun bergerak menyerbu kota, dan menduduki banyak bagian kota sehingga di mana-mana lahir kampung kumuh.
Tiap jengkal tanah kosong, dihuni kaum gelandangan. Dan muncullah kemudian konsep kaum proletariat kota dari studi-studi antroplogi ekonomi yang khusus memperhatikan dinamika kemiskinan kota-kota.Dan lama-lama orang bertanya, apa gerangan kemisikinan itu sebenarnya?Dari seminar ke seminar sejak tahun 1970-an, hal itu diperdebatkan di kalangan berbagai ahli.Semua pihak setuju, kemiskinan bukan hanya perkara tak memiliki harta atau memiliki terlalu sedikit dibanding pihak-pihak lain. Kemiskinan juga bukan suratan nasib. Maka sebutan the unfortunate harus ditolak karena di dunia kita tak hanya menyodongkan tangan ke atas dan yang "diberi" lalu yang menjadi yang "beruntung" dan sebaliknya yang tak "diberi" menjadi yang "tak beruntung".Hidup bukan perkara untung-untungan, melainkan perjuangan. Banyak unsure structural turut mempengaruhi mengapa seseorang, atau segolongan orang, atau mayoritas orang di negeri kita tetap miskin. Maka, di seminar ahli-ahli ilmu pengetahuan di Manado, mungkin tahun 1976, dirumuskanlah pemahaman mengenai kemiskinan structural.Dan sesudah masalahnya terumus secara menyakinkan seperti itu kita pun tidur nyenyak dan lupa akan urusan kemiskinan, padahal kemiskinan masih melilit sandal jepit presiden dan menteri-menterinya, gubernur, dan bupati-bupatinya, serta walikota dan camat-camatnya, meskipun sebenarnya mereka hidup sangat jauh dari kemiskinan."Hanya orang miskin yang ingat akan kemiskinan" kata orang bijak. Jadi kalau pemimpin Negara melupakannya itu biasa. Dan kalau orang kaya di masyarakat kita tak peduli akan orang miskin itu pun sudah "kodrat"kulturalnya memang begitu.Maka kalau kau miskin dan di suatu seminar atau pesta kau ditegur orang kaya yang seolah begitu ramah kepadamu, maka bersyukurlah. Tetapi jangan mencoba balik bertanya "apa kabar" kepadanya sebab ia sudah lenyap karena keramahannya tadi hanya basa basi sebab ia takut kepadamu."Apa yang ditakutkan orang kaya?""Ia takut ketika ia kepergok seperti itu kau mengajukan proposal untuk minta bantuan ini dan itu".--------------Saya gembira mengamati kenyataan sosial kita bahwa orang kaya di kalangan teman-teman atau kenalan sendiri begitu terbirit-birit mendengar kata atau melihat wujud proposal. Orang kaya dengan mentalitet seperti itu bukan orang kaya sebenarnya. Ia justru miskin dan patut dikasihani melebihi pengemis di jalanan karena jiwa mereka amat miskin.Maka, urusan kaya-miskin bagi saya urusan jiwa. Jangan salah, jiwa bukan hanya menyangkut atau meliputi "rasa" melainkan sikap, cara pandang, dan bahkan sampai ke tingkah laku dan segenap ekspresi diri kita dalam hidup. Juga dalam relasi rohaniah kita dengan Tuhan.Bahkan di hadapan Tuhan pun kita diminta mampu mengembangkan etika untuk merasa memiliki freedom: kebebasan untuk bisa "memuji", "bersyukur", dan bersikap cukup, karena bersama Tuhan, kata Ghandi, kita bisa hidup tanpa kecemasan, tanpa kemarahan.Dan sufi perempuan terkemuka, Adawiyah pun dengan gagah tak mengharap surga karena dalam kebebasan yang begitu indah bersama Tuhan apalah artinya surga? Ketika Amartya Sen bicara Development as Freedom, saya kira ia lebih menekankan arti ketercukupan materi. Ia lupa materi tak pernah membuat orang merasa cukup.Ia belum pernah bertemu orang kaya yang jiwanya miskin, yang tak punya "freedom" dan lari terbirit-birit karena takut disodori proposal. Ia lupa akan kearifan Ghandi, yang mengingatkan kita bahwa "accumulation of wealth is accumulation of sin (tumpukan kekayaan adalah tumpukan dosa)"."Jadi kita tak boleh kaya?""Boleh. Bahkan kaya raya pun boleh. Tetapi, jangan bersikap miskin karena dengan begitu kau mengingkari berkah Tuhan, seolah Tuhan tak pernah memberkahimu hingga menjadi kaya macam itu. Tumpukan kekayaan menjadi tumpukan dosa karena jiwa miskin kita mengajak kita ingkar."Ada kisah orang kaya dan orang miskin yang jiwanya berkebalikan. Ibrahim bin Adham bukan hanya kaya raya. Ia seorang raja. Tetapi, ia merasa tak nyaman dalam kekayaannya. Takut tumpukan kekayaannya hanya akan menjadi tumpukan dosa. Maka ia pun hidup bersahaja sebagai sufi. Ia pernah bertemu orang kaya yang menawarinya uang. Ia mau menerima uang itu kalau memang orang itu kaya."Jangan khawatir, aku kaya," kata orang itu."Berapa banyak kekayaannmu?""Lima ribu keping uang mas," jawab orang itu lagi."Kau ingin punya sampai seribu keping lagi?""Mau, kenapa tidak""Dan kau ingin punya dua kali lipat jumlah itu?""Tentu saja. Tiap orang juga begitu.""Kalau begitu kau orang miskin. Kau lebih membutuhkan uang itu daripada aku. Simpanlah uang itu baik-baik, sampai uang itu menjadi dua kali lipat yang kau inginkan."Kebebasan hidupku membuat aku merasa cukup. Jadi, mustahil aku bisa menerima sesuatu dari orang seperti kamu, yang tiap saat ingin memiliki lebih banyak dan lebih banyak lagi."Hidup memang penuh bunga-bunga semarak warna-warni, tetapi jarang yang menjadi buah. Maka, bila harus memilih, saya akan memilih bunga yang menjadi buah. Karena itu saya akan berjuang demi "freedom" tadi agar tidak terjajah kekayaan dan tidak cemas akan ancaman kemiskinan.Tanpa "freedom" menjadi si kaya tak ada gunanya. Apalagi menjadi si miskinDimuat di harian KOMPASTanggal 6 Agustus
Note: Kalo kita nonton acara TOLOONG di SCTV, kebanyakan orang yang nggak punya yang membantu ya.....biarpun mereka miskin tapi kaya jiwanya.......
Wassalam
Dikutip dari Dudung.net/Mohammad Sobari

Sunday, August 27, 2006

-==-emmmmm
Great -=cwm's=-

Kandang Cihideung, 27 Agustus 2006:06:06
Dengan menyebut nama Allah kulalui pagi yang cerah dan mencerahi diri setelah alunan adzan berbunyi diiringi suara langkah terburu santri-santri di asrama mungilku yang memburu panggilan shalat ke mesjid. Bukankah Shalat berjama'ah itu lebih utama 27 kali lipa, apalagi buat kaum adam itu sama dengan syiar agama juga. Karena kekuatan barisan umat ini terlihat dari seberapakah jumlah barisan dan kerapihan shaffnya.
Jadi jangan anggap enteng yach!
Oh ya kemaren sempet baca postingan mailist temen yang dah lama banget, kayaknya attachmentnya diambil dari eramuslim deh, Judulnya SAHABAT TITI, intinya seorang akhwat yang sudah 15 tahun terkena penyakit radang sendi dan dengan kesendiriannya tanpa orang yang mengurus setiap saat kecuali keponakannya, dia harus merasa sakit seumur hidupnya dan selalu dilayani(dalam semua hal)sehingga sikap tak mau merepotkannya membuat dia hanya mandi sekali sepekan dan sering menahan lapar jika tak ada keponakannya.Lalu di akhir tulisan yang di tulis Bayu Gautama tersebut dia memohon agar pembaca mau menyapanya walau hanya dengan sms saja karena daya juang hidupnya yang tinggi dia jg butuh banyak sahabat yang mau peduli dengannya. Saat melihat nomor HPnya tertera aq langsung spontan menyapanya lewat sms dan diapun tenyata langsung menjawab dengan ramah agar kita menguatkannya untuk terus sabar dan kuat meneruskan hidupnya. Oh ya diapun akan membuat tulisan bersama bayu tentang kisah hidup dirinya dan ibunya yang sudah tiada.
Bagi pembaca yang jg sempat baca boleh juga menyapanya di nomor 085216297156.
Buat mba Titi, terimakasih atas kisahnya yang menyadarkanku untuk selalu berjuang melawan penyakit yang nampak maupun tidak nampak. Benar sekali hidup hanya sekali sesudah itu mati, jadi just do the best agar semua pun tersenyum nantinya membaca kisah hidup kita.
Highly dedication 4 Mba Titi whwre ever U'Ar

Saturday, May 06, 2006

Belajar rame-rame apalagi di Universitas kehidupan apaan tuch?
Berawal dari keinginan ga mau jadi orang yang gaptek-gaptek amat yach usaha gitu biar ga males juga maka daku mencari teman-teman yang mau jadi mangsa belajar rame-rame tadi.
Apa yang dipelajari??Anything that usefull for our live. Apalagi daku seorang wanita dan seorang manusia he he he...
Intinya biar di hutanku ini ga terlalu matikutu ga nambah ilmu maka dimulailah misi pertamaku
Untuk nyedot ilmu para ahli dosen kehidupan ini aku pilih yang pertama musuh utamaku waktu SMA coz aku benci alias agak trauma juga nguasain kehidupan yang satu ini.
Its KOMPUTER.......!
So langkah pertamaku adalah belajar bikin Blogger niatnya harus diluruskan antara memberdayakan diri atau mempublikasikan diri!
Jadi whos becoming my partnership???
Wassalam

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x